Rabu, 02 Maret 2016

Buruk Rupa Jalan Pedesaan, Hambat Guru Dan Siswa Datang Kesekolah.

Kondisi infrasruktur jalan di wilayah pedesaan kalbar cukup memperihatinkan terutama saat musim hujan banyak jalan rusak becek dan berlumpur akibatnya berbagai aktifitas terhambat termasuk bagi para guru dan siswa yang akan menuju kesekolah seperti yang terjadi di dusun limau desa pugukkecamatan sungai ambawang kabupaten kubu raya di dusun ini guru dan siswa harus berjibaku melawan jalan yang rusak saat hendak menuju kesekolah 
kepala sekolah SDN 04 Puguk Husin bercerita guru guru dan siswa di sana sudah akrab merasakan susahnya menuju sekolah saat musim hujan dalam setahun kata husin jalan paling enak untuk di lalui hanya tiga bulan saja itu saat musin benar benar kemarau saja ungkap nya kepada pontianak post 
pontianak post sempat merasakan betapa beratnya medan menuju dusun limau di sepanjang jalan becek dan berlumpur beberapa kali sepeda motor terperosok ke jalan yang berisi air yang menggenang anak anak yang kesekolah harus membuka sepatu agar tidak kotor begitu sampai di sekolah kadang ada siswa yang terjatuh sehingga pakain mereka kotor" ungkap husin.
di mencertakan meski sekolah mempunyai tiga rumah dinas tak satupun yang di tempati akses jalan yang kurang baik membuat mereka tak kerasan menempati rumah dinas tersebut "sebenarnya sekolah ini di katakan jauh tidak dekat juga tidak karena jika jalan bagus hanya 30-40 menit dari kota tuturnya.
untuk itu ada perhatian lebih terhadap akses jalan sana, terkai kesedian rumah dinas sebenarnya pihak sekolah sudah mencoba menolak dan lebih memilih jika di alihkan ke hal lain seperti fasilitas penunjang fasilitas pendidikan seperti kursi dan meja " tapi sudah aturan pemerintah di atas untuk membagun rumah guru walau ahirnya tidak terpakai ucapnya 
dari pantau pontianak post di area sekolah mimang terdapat tiga rumah dinas satu masih bagunan lama sementara dua lain nya hampir selesai di bangun dan masih baru ketiga rumah tersebut tak satupun di tempati 
menggapai hak tersebut pengamat pendidikan dari universitas tangjungpura aswandi menilai infrasruktur jalan mutlak sebagai penunjang proses pendidikan namun sejauh ini dia melihat hampir setiap daerah terutama pedalaman masih mendambakan jalan yang baik  tidak hanya di kal bar saya juga ke liling kebeberapa tempat di indonesia banyak yang seperi itu terang nya
menurutnya dua hal ini anatar infrasruktur jalan dan pendidikan sama sam penting dia mencotohkan percuma jika sekolahnya bagus namun aksesnya tidak bagus begitu juga sebalik nya jalan yang rusak mimang harus di perbaiki karena ini kebutuhan dasar harap nya.
apalagi masih ad keberadaan sekolah di desa yang secara geografis justru tidak begitu jauh dari ibu kota provinsi namun masih mengahdapi persoalan yang sama tk heran jika para guru mengeluh terpaksa harus datang terlambat bahkan tak datang sama sekali ke kesekolah.
melihat hal tersebut aswandi menyarankan agar pemerintah bisa jeli melihat kondis riil di lapangan jangan membangun hak yang sebetulnya tidak di perlukan jalan harsu di utamakan karena kalau jalannya bagus guru tidak perlu tinggal di rumah dinas akan lebih baik jika dana pembagunan rumah dinas itu di gunakan untuk membagun jalan. paparnya.
selain itu dia juga mengatakan kadang pemerintah terbentur dengan kewenangan kadang ada istilah jalan pusat jalan provinsi dan kabupaten ketika rusak semua saling menuggu dan menyalahakan" tandas nya
melihat fenomena guru yang kesusahan akibat kases jalan sekretaris umum persatuan guru republik indonesia (PGRI) Kalbar Hatta Abdulhaji pun angkat bicara dia mersa harus ada komitmen yang tinggi dari masing masing guru tidak boleh manja dan harus mental termasuk dalam mengahdapi jalan rusak
" jangan juga langsung menyalahkan pemerintah misalnya jika musim hujan bernagkatlah lebih awal Jangan banyak mengeluh tetap bersyukur demi mamajukan dan mencerdsakan anak bangsa" ujaranya apalagi dia menilai sejauh ini kesejahteraah guru sudah cukup di perhatikan
selain kepada guru untuk pemegang kebijakan dia menyarankan agar bsa merekrut guru sesuai demosili ini di lakukan suapay guru guru yang mengajar di daeraha gara lebih betah serta memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam membagun daerah asalanya dengan demikian guru bisa lebih optimal mengajar katanya.
menururtnya pendidikan mimang menjadi hal utama dalam membagun bangsa sebab itu wajar sesuai amanat UU No 20 tahun 2003 menegnai sistem pendidikan nasional maupun rumusan yang di buat berama antara departemen pendidikan nasional dan dewan perwakilan rakyat bahwa angaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN Dan APBD Sampai saat ini belum mereaslisasikan hal itu" tandas nya.
pontianak post 3 maret 2016