Senin, 13 Juni 2016

KIP, Tidak Tepat Sasaran.



Tahun 2016 Program Kartu Indonesia Pintar di gulirkan Untuk Pencairan beberapa Bank di tunjuk sebagai penyalur dana Kartu Indonesia Pintar, Program ini adalah program unggulan Presiden Joko Widodo Selain Program Indonesia Sehat Berdasarkan Pengumunan yang beredar kementerian pendidikan dan kebudayaan telah menunjuk Bank BRI untuk pengambilan dana KIP jenjang SD/MI/MTs/SMP Dan SMK/Sedangkan Jenjang SMA di bank BNI.
Program ini dengan tujuan untuk mendorong agar anak indonesia yang kurang mampu bisa menikmati pendidikan, bagi masyarakat kurang mampu yang bisa di ambil persemester untuk SD/MI/Diniyah Forma Ula/SDTK/Pondok Pesantren (Santri 6-12 tahun ) Kejar Paket A/PPS Wajar Dikdas Ula Rp 225.000 SMP/Mts Diniyah Formal Wustha/SMPTK Sebesar Rp 375.000 SMA/SMK/MA Kejar Paket C sebesar 500.000
Program Ini Tentu Punya Tujuan yang sangat Mulia Namun fakta di lapangan Program KIP tidak tepat sasaran berdasarkan temuan yang terjadi di dua desa di kecamatan sungai ambawag kabupaten kubu raya Kalimantan barat temuan pertama banyak siswa yang telah menamatkan pendidikan dari tingkat SMA masih mendapatkan kartu KIP ada siswa/i yang telah putus sekolah namun masih mendapatkan kiriman kartu KIP Siswi Yang telah Menikah juga masih terdata dan mendapatkan Kartu KIP, Siswa/I yang masuk katagori Mampu mendapatkan Kartu sehingga menambah daftar bahwa Program KIP tidak tepat sasaran kesalahan di atas berpeluang bisa Main Mata antara Pihak Penerima Kartu KIP yang sudah putus sekolah dan menikah dengna pihak sekolah untuk mendaptkan bukti pendukung seperti Kartu Pelajar dan persyratan administrasi lain nya untuk mencairkan dana KIP.
Kesalahan pendaaatn oleh petugas dan pemerintah desa yang cendrung tidak tepat. Jika data yang di gunakan dalam proses pengiriman Kartu KIP (Kartu Indonesia Pintar ) bersumber Data Terpadu Tim Nasional Percepatan Penaggulangan kemsikinan tahun 2015 semestinya data ini harus di perbaharui sehingga semua stakholder mesti melakukan pendaaatn kembali agar program Bapak Presiden Ini Tepat Sasaran,
Jika Masih di biarkan masalah in terjadi akan meimbulkan kecemburuan sosial di lingkungan masyarakat di pedesaan di seluruh indonesia sesama masyarakat sebab yang benar-benar miskin tidak dapat Kartu KIP sedangkan Yang mampu/kaya mendapatkan KIP sehingga masyrakat miskin tidak mendapatkan mamfaat dana KIP dan Pendidikan Bgai rakyat miskin
Mekanisme penyaluran Juga cenderung meribetkan masyarakat di pedesaan untuk mengambil dana KIP mesti Kebank yang di tunjuk yang keberadaan nya berada di Pusat Ibu Kota Kabupaten dan Ibu kota Kecamatan ongkos yang di tanggung oleh orang tua/wali di siswa/i dari desa desa Lumayan besar. Ongkos Biaya cukup besar dan penuh dengan resiko kalau yang nyebrang lewat sungai dan darat.
Kedepan tentu harus ada perbaikan agar Mekanisme Penyaluran Dana KIP bisa di peringkas dan di permudah dengan cara Melibatkan pihak sekolah seperti proses penyaluran di serahkan kepada pihak sekolah karena pihak sekolah tentu yang lebih tahu tentang layak atau tidak layak nya anak/siswa/I mendapakan KIP Pengambilan dana KIP Cukup di lakukan oleh Guru/pihak Sekolah yang di tunjuk. Kemdikbud bisa membuat Juknis agar dana KIP ini beda dengan dana BOS yang saat ini bergulir dan dana dana lain nya.
Penulis adalah Sumadi Pattalim Pengajar dan Aktivis Pendidikan