Kata “empowerment”
dan “empower” di terjemahkan dalam bahasa indonesia menjadi pemberdayaan dan
memberdayakan menurut merriam webster dan oxfrot wnglis dictionery ( dalam
prijono dan pranarka 1996:3) mengandung dua pengertia yaitu pengertian pertama
adalah to give power or authorty to dan pengertian kedua berarti to give
ability to or enable dalam penegrtian pertama diartikan sebagai memeberi
keuasaan mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas ke pihak lain sedang
dalam
Konsep empowerment
pada dasarnya adalah upaya menjadikan suasana kemanusian yang adil dan beradab
menjadi semkain efektif secara struktural baik dalam ehidupan keluarga
masyrakat negara regiona internasional maupun dalam bidang politik ekonomi dan
lain lain
Memberdayakan masyarakat
menururt kartasasmita (1996:144) adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan
martabat lapisan masyrakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk
melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelekangan
Pemebrdayaan masyrakat
merupakan konsep pembagunan ekonomi yang merangkum nilai nilai sosial konsep
ini mencerminkan peradigma baru pembagunan yakni yang bersifat “people-centered
participatory empowering and sustainable”
Gagasan pembagunan
yang mengutamakan pemberdayayn masyarakat perlu untuk di pahami sebagai suatu
proses tranformasi dalam hubungan sosial ekonomi budaya dan politik masyrakat
perubahan struktur yang snagat di harapakan adalah proses yang berlansung
secara alamiah yaitu yang menghasilkan
dan harus di nikmati bersama begitu juga sebalikanya yang menikmati haruslah
yang menghasilkan proses ini di arahkan agar setiap upaya pemberdayaan
masyrakat dapat meningkatkan kapasitas masyrakat (capacty Building) melalui
penciptaan akumulasi modal yang bersumber dari surplus yang di hasilkan yang
mana pada giliran nya nanti dapat pula menciptakan pendapatan yang ahirnya di
nikmati oleh seluruh rakyat dan proses transpormasi ini harus dapat di gerakkan
sendiri oleh masyrakat menurut sumodiningrat (1999:134) mengatakan bahwa
kebijaksaan pemberdayaan masyarakat secara umum dapat di pilah dalam tiga
kelompok yaitu pertama kebijaksanaan yang secara tidak langsung mengarah kepada
sasaran tetapi memberikan dasar tercapainya suasana yang mendukung kegiatan
sosial ekonomi masyarakat kedua kebijaksaan yang secara langsung mengarah pada peningkatan kegiatan ekonomi
kelompok sasaran ketiga kebijaksaan khusu yang menjangkau masyrakat miskin
melalui upaya khusus pelaksanaan pemberdayaan masyrakat menurut kartasasmita
(1996:159-160) harus di lakukan melalui beberapa kegiatan pertama menciptakan
suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyrakat berkembang (enabling)
Kedua memperkuat potensi atau daya yang di miliki oleh masyrakat
(empowering) ketiga memberdayakan mengandung pula arti melindungi disnilh letak
titik tlaknya yaitu bahwa pengenalan setiap manusia setiap anggota masyrakat memiliki
suatu potensi yang selalu dapat terus di kembangkan artinya tidak ada masyrakat
yang sama sekali berdaya karena kalau demikian akan mudah punah
Pemberdayayn merupaakan
suatu upaya yang harus di ikuti dengan tetap memperkuat potensi atau daya yang
di miliki oleh masyrakat yang sama sekali tidak berdaya karena kalau demikian
akan mudah punah
Permberdayayn merupakan
upaya yang harus di ikuti dengan tetap memperkuat potensi atau daya yang di
miliki oleh setiap masyrakat dalam rangka itu pula di perlukan langkah-langkah
yang lebih positif selain menciptakan iklim dan suasana perkuatan ini meliputi
langkah langkah nyata dan menyngkut penyediaan berbagai masukan (input) serta
mebuka akses kepada berbagai peluang ( upportunities) yang nantinya dapat
membuat masyrakat menjadi semakin berdaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar